![]() |
| Gambar: Gua Maria yang terletak di Desa Bungamuda, Kecamatan Ile Ape |
Menemukan Ketenangan di Gua Maria Bungamuda: Pengalaman Wisata Rohani
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
8 Tradisi Unik Masyarakat di Indonesia yang Menarik Perhatian
![]() |
| Gambar: Orang-orang dari suku Lamaholot di komunitas adat Napaulun sedang melakukan seremonial pemberian gading kepada opulake |
- Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, memiliki tradisi meruncingkan gigi.
- Biasanya, tradisi ini dilakukan oleh wanita dan dianggap sebagai tanda kecantikan.
- Percaya bahwa memiliki gigi runcing akan menambah daya tarik sekaligus pada kecantikan wanita.
2. Tiwah di Kalimantan Tengah :
- Suku Dayak di Kalimantan Tengah memiliki ritual tiwah yang berhubungan dengan kematian.
- Percaya bahwa kematian perlu disempurnakan agar roh dapat hidup bersama Sang Pencipta, Ranying Hatalla Langit.
- Di Papua, terdapat tradisi potong jari yang unik.
- Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan harga diri.
- Di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, terdapat tradisi Ma’nene.
- Setiap tahun, keluarga mengeluarkan jasad orang yang telah meninggal dari makam untuk membersihkannya dan mengganti pakaian.
- Ini merupakan bentuk penghormatan dan penghormatan terhadap leluhur.
- Pasola adalah tradisi peperangan simulasi yang dilakukan oleh suku Sumba di NTT.
- Tradisi ini melibatkan lemparan tombak dan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan dewa.
- Di Bali, ada tradisi Omed-omedan yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi setempat.
- Mereka berkerumun dan saling mendorong di jalan sebagai bagian dari perayaan Tawur Kesanga.
- Tradisi ini dianggap sebagai bentuk keberanian dan keberuntungan¹.
- Bau Nyale adalah tradisi menangkap cacing laut yang hanya muncul sekali setahun di Pantai Kuta, Lombok.
- Masyarakat percaya bahwa cacing ini memiliki kekuatan magis dan membawa keberuntungan.
- Grebeg Syawal adalah tradisi di Yogyakarta yang dilakukan setelah perayaan Idul Fitri.
- Masyarakat berbondong-bondong mengambil makanan dan bahan pokok yang diberikan oleh Keraton Yogyakarta sebagai bentuk keberkahan dan keberuntungan.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Tahukan Anda Tentang Asal Usul "JERGEN"? Simak Artikel Berikut
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Misteri Benua yang Hilang: Apa yang Kita Ketahui dan Yang Masih Tersisa Untuk Ditemukan
Selama berabad-abad, manusia telah terpesona oleh ide tentang benua yang hilang — tanah legendaris yang tenggelam di samudra atau tersapu oleh waktu. Dari Atlantis hingga Lemuria, teka-teki tentang benua yang hilang terus memicu imajinasi kita dan mempertanyakan apa yang mungkin telah terjadi di masa lalu yang belum terungkap sepenuhnya.
Meskipun banyak dari cerita ini dianggap mitos, para ilmuwan masih mencari bukti untuk mengetahui apakah benua yang hilang itu nyata.
Atlantis: Legenda yang Abadi
Lemuria: Benua yang Hilang di Samudra Hindia
Mu: Misteri di Pasifik
Apa yang Diketahui dan Yang Tersisa Untuk Ditemukan
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Raja di Pulau Timor, NTT: Penjaga Tradisi dan Kepemimpinan Adat
Peran dan Kepemimpinan Raja
Berikut nama-nama Raja-raja di Amanuban-Timor:
- Seo nuban.
- Ol Banu.
- Bil Banu.
- Tu Banu.
- Louis I (Tunbes).
- Bill (Pili).
- Don Louis II, dimakamkan di Boti. Tubani (1786-1808).
- Don Louis III. 1808-1824, pusat kerajaan ke Niki-Niki, dimakamkan di Pekuburan Cina Niki-Niki.
- Baki Nope / Baki Klus 1824-1862.makam Son Nain.
- Sanu Nope 1862-1870, dimakamkan di Son Nain.
- Bil Nope - Sufa Leu (1870-1910).
- Noni Nope (1911-1920).
- Pae Nope ( 1920-1946).
- Leu - Johan Paulus Nope ( 1946-1949).
- Kusa Nope (1950-1958).
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Pemandangan Sunset Memukau di Kampung Nobolekan
![]() |
| Gambar: Sunset diambil dari Rian Bunga, Bungamuda |
Lokasi yang Memikat
Fenomena Alam yang Mengagumkan
![]() |
| Gambar: Sunset di Bungamuda |
Pengalaman Menyaksikan Sunset
Kampung Nobolekan adalah destinasi yang sempurna bagi pencinta alam dan keindahan sunset. Keindahan alamnya yang menakjubkan, kombinasi antara sawah hijau, pepohonan rindang, dan matahari terbenam yang mempesona menjadikan Kampung Nobolekan sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati keindahan alam Indonesia.
Jika Anda mencari tempat untuk melepaskan penat dan menikmati keindahan alam, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan sunset di Kampung Nobolekan. Red
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Pengaruh Portugis terhadap Kebudayaan Orang Lamaholot
![]() |
| Gambar: Gereja Minggelama di Rote pada Tahun 1920 |
Orang Lamaholot adalah salah satu suku asli yang mendiami wilayah Gugusan Kepulauan Solor, khususnya daerah Lembata, Sebagian Kabupaten Alor, Adonara, Solor, Larantuka dan sekitarnya.
Sebagai suku yang memiliki sejarah panjang dan budaya yang kaya, Orang Lamaholot telah mengalami berbagai pengaruh dari berbagai kebudayaan, salah satunya adalah kebudayaan Portugis.
Pengaruh Portugis ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap aspek kehidupan dan kebudayaan masyarakat Lamaholot.
Sejarah Hubungan dengan Portugis
Hubungan antara Orang Lamaholot dengan Portugis dimulai pada abad ke-16 ketika bangsa Portugis mulai menjelajahi dan mengkolonisasi wilayah Nusantara, termasuk Timor dan Flores.
Misi Katolik ini tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga membawa perubahan dalam aspek kebudayaan dan sosial masyarakat Lamaholot.
Pengaruh dalam Musik dan Tarian
Salah satu bentuk pengaruh Portugis yang paling mencolok dalam kebudayaan Lamaholot adalah dalam musik dan tarian.
Alat musik seperti biola dan gitar yang diperkenalkan oleh Portugis mulai diadaptasi dan dimainkan dalam tradisi musik di Timor. Dan Lamaholot mempunyai salah satu alat musik Unik yakni Dong Gendang.
Selain itu, tarian-tarian dengan nuansa Portugal mulai diperkenalkan dan menjadi bagian dari perayaan keagamaan sedangkan upacara adat masyarakat Lamaholot memang dari turun temurun masih mewarisi kepercayaan Lera Wulan Tanah Ekan.
Pengaruh dalam Arsitektur dan Seni Bangunan
Arsitektur dan seni bangunan juga mengalami pengaruh dari kebudayaan Portugis.
Gereja-gereja yang dibangun di daerah Flores, khususnya di Larantuka, memiliki arsitektur yang mirip dengan bangunan gereja di Portugal.
Selain itu, seni ukir dan kerajinan tangan juga mengadopsi motif dan gaya dari kebudayaan Portugis, menciptakan kombinasi unik antara tradisi lokal dan unsur-unsur baru yang diperkenalkan oleh Portugis.
Pengaruh dalam Gastronomi
Kesimpulan
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Putu dari Tepung Singkong : Makanan Khas Masyarakat Nobolekan - Ile Ape
MENGENAL PUTU DARI TEPUNG SINGKONG PRODUKSI MASYARAKAT LOKAL ILE APE
![]() |
| Gambar: Putu, Makanan Khas Masyarakat Nobolekan |
Bagaimana Proses Pembuatannya Oleh Masyarakat Nobolekan?
Pertama adalah proses pembuatan ubi gaple atau penumbukan ubi
Kedua adalah Proses Pembuatan Makanan Lokal yakni Putu
Proses Penyajia Putu dengan Hasil Laut
![]() |
| Gambar: Kuah Motong atau Marungga yang disajikan dengan Putu |
![]() |
| Gambar : Ikan Kuah Asam yang disajikan dengan Putu sebagai Lauk |
![]() |
| Gambar: Ikan Bakar Sebagai Lauk |
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Mengenang Uskup Emeritus Keuskupan Mgr Anton Pain Ratu, SVD ["Maranatha" (1Kor 16:22)]
Mengenang Uskup Emeritus Keuskupan Agung Atambua Mgr Anton Pain Ratu, SVD
![]() |
| Gambar Uskup Mgr. Pain Ratu, SVD dengan kedua Romo Hendak Melaksanakan Perayaan Misa di Lamawolo Tahun 2008 Sumber:https://stephtupeng.blogspot.com/ |
NEGERIPAUS.BLOGSPOT.COM - Sabtu, 06/12/2024 Umat Katholik di Keuskupan Atambua dikejutkan dengan kabar duka yang mendalam. Berita duka ini sontak tersebar seantero negeri dan menjadi perhatian umat seluruh umat katholik. Uskup Emeritus Keuskupan Agung Atambua Mgr. Anton Pain Ratu, SVD wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Atambua pada Sabtu, 6 Januari 2024 pukul 10.15 Wita.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Mengenal Kampung Napaulun (Ile Ape) Lembata, Warisan Budaya di Lamaholot
![]() |
| Gambar: Tari Perang Tradisi Lamaholot |
Kampung Adat Napaulun (Ile Ape) Lembata
Rumah adat (Lango Beruin) adalah rumah adat khas Napaulun yang terdapat di kampung adat Napaulun Desa Bungamuda, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata dan saat ini tidak dihuni oleh masyarakat adat Napaulun akan tetapi apabila ada ritual adat, maka setiap suku wajib untuk mengambil bagian dalam prosesi adat yang dilaksanakan.
![]() |
| Gambar: Warga Sedang Melakukan Perehapan Rumah Adat atau dalam Bahasa Lokal disebut Lango Beruin |
Rumah Kesulungan (Lango Beruin) bagi masyarakat Napaulun tidak saja sekedar ungkapan legendaris kehidupan nenek moyang, melainkan juga suatu pernyataan secara utuh dan konkret tentang sejarah perang masa lalu, struktur sosial serta sistem kemasyarakatan, sehingga tak pelak menjadi titik sentral kehidupan warganya.
Sistem nilai budaya yang dihasilkan dari proses kehidupan kampung adat, menyangkut soal makna dari hidup manusia; makna dari pekerjaan; karya dan amal perbuatan; persepsi mengenai waktu; hubungan manusia dengan alam sekitar; soal hubungan dengan sesama.
Dapat dikatakan bahwa Lango Beruin memberikan makna tersendiri bagi Masyarakat Napaulun. Lango Beruin yang terdapat di kampung adat Napaulun adalah pusat kebudayaan masyarakat Napasabok dan Bungamuda karena disanalah awal dari seluruh kegiatan serta segalah proses kehidupan dimulai. Berdasarkan penuturan oleh para orang tua pemangku adat Napaulun, bahwa kampung adat ini pertama kali berada di lokasi Bao Onen.
Bao Onen merupakan suatu lokasi di dalam hutan lindung antara Mawa (sekarang dikenal dengan Desa Napasabok) dan Nobolekan (sekarang dikenal dengan Desa Bungamuda).
Lokasi tersebut jauh dari jalan poros Ile Ape dan lokasi kampung adat Napaulun ini sulit dijangkau. Adapun alasan mengapa demikian, karena nenek monyang orang Napaulun menghindari jangkauan peluru dari Suku Watun Lewopito dan Suku Warat Lama Odun serta menghindar dari pengaruh adudomba oleh Belanda.
Namun pada suatu ketika Belanda menghasut Suku Watun Lewopito untuk menyerang Suku Napaulun sehingga Suku Watun Lewo Pito yang dimotori oleh Belanda saat itu mendekat ke sebelah tebing sehingga peluru meriam bisa menjangkau kampung adat Napaulun.
Setelah perang meredah, kampung adat Napaulun dipindahkan ke lokasi bernama Ebaken, lokasi yang saat ini berada dalam wilayah pemerintahan Desa Bungamuda dimana dekat dengan pemukiman atau kampung adat Suku Warat Lama Odun. Nenek moyang orang Napaulun pun mulai membangun kembali kampung yang baru di lokasi Ebaken.
Namun, karena pengaruh hasutan Belanda saat itu maka Suku Warat Lama Odun yang dimotori oleh para Jendral dan Kapitan (Panglima Perang Suku) menyerang Suku Napaulun dengan Meriam (Sepera) sehingga Kapung Adat Napaulun berpindah sekitar 100 meter ke atas daerah ketinggian.
Setelah dipindahkan dan dirasa aman, nenek moyang orang Napaulun mulai membuat biko (pembuatan talud penahan tanah) dengan bahan tanah dan batu-batu. Fungsi dari membuat talud penahan tanah ini adalah menjadi Kota (dalam bahasa Indonesia diartikan dengan "Benteng Pertahanan").
Jadi, sebelum meletakan batu, diharuskan membuat ritual adat agar supaya benteng yang dibangun kokoh dan kuat dari hantaman meriam. Benteng yang dibuat tidak bisa menggunakan semen atau besi, karena menurut tradisi tidak diperbolehkan, sehingga cara penyusunannyapun berbeda.
Lapisan pertama adalah lapisan Batu yang disusun rapih dan kemudian diisi tanah setinggi 2-3 meter. Lapisan kedua adalah Kota yakni timbunan batu-batu besar setinggi 50 - 100 cm dan diratakan sedikit dengan tanah dan ditanami tumbuhan berduri. Lokasi benteng ini sekiranya mmempunyai panjang lebih dari 100 meter panjangnya, dan tinggi 2 meter, serta lebat 0,40-0,45 m.
Tak dapat dipungkiri bahwa kampung adat Napaulun telah menjadi simbol yang kokoh dari kehidupan komunal masyarakatnya. Dengan melakukan perbaikan talud penahan tanah dan menjalani segala proses ritual di tempat tersebut, masyarakat Napaulun menunjukkan bahwa mereka juga memiliki naluri untuk selalu hidup bersama dan merawat sejarah perjuangan Nenek Moyang mereka.
![]() |
| Gambar Para Tetua Adat Suku Napa Ulun Sedang Melakukan Ritual Adat |
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Mengendus Jejak Boli Basa Lekan - Penakluk Mitos Ile Ape
Sudah Banyak kisah yang telah ku baca dari Buku-buku sejarah para penulis.
![]() |
| Gambar: Owner Negeri Paus |
Kisah tentang manusia pertama penghuni pulau ; kisah tentang suku-suku besar, kisah tentang penjaga langit, penakluk gunung dan Petualang Raja.
Namun tak pernah ku dapati cerita tertulis diatas kertas tentang kisah di tanah ku.
Adonara ; dikenal dalam penuturan sejarah tentang " Kelake adopehan" dan " kewae sode boleng ", dilain pulau pula lain ceritanya.
Dan disini dipuncak ILE APE, Akan Ku Kisahkan Penakluk kaki Langit yang melahirkan keturunan besar sampai saat dimana aku masih menulisnya.
Alkisah dahulu kala, seorang pelayar yang pemberani, penakluk samudra, penjinak angin berlayar mencari ikan dari pulau ke pulau, tibalah dia di salah satu pantai ia kemudia menggeret perahunya ke tepi Karena hari sudah mulai malam.
Ia berencana untuk Bermalam di tepi pantai. Lelaki perkasa itu Bernama " Boli Banggala ".
Ia terperanjat ketika melihat cahaya api dipuncak gunung ILE APE, rasa penasaran akan siapa yang membuat cahaya tersebut ia kemudian mempersiapkan bekal perjalanan dan segalah sesuatunya.
Ia pun mulai menyusuri Hutan-hutan yang lebat, dan setelah menempuh perjalanan pendakian yg begtuh jauh, ia kemudia tiba di puncak ILE APE, disana ia bertemu dengan Seorang manusia badanya penuh dengan bulu. Lelaki itu kaget luar biasa.
Dalam hatinya ia berkata " bukankah di dunia ini satu2nya manusia hanya aku.? ".
Manusia tersebt langsung mencoba menghindar dan berteriak " Siapa kau.?, jangan mendekat, atau akan ku makan kamu.!"
manusia itu Bernama " PENI UTANLOLON "kukunya sangat panjang dan keras, tetapi BOLI BASA LEKAN menenangkan keadan dengan mengajak mereka bertukar makanan, merekapun bertukaran makanan, namun yg disajikan "Peni utanlolon " hanyalah ; daun pepaya, ubi, cicak, tokek, ular, Burung, ayam, kalajengking, kelabang/lipan.
Sedangkan Boli menyediakan hasil tangkapanya ; Ikan, belut, kepiting, Dan semua hasil dari laut.
Mereka mulai makan dan minum Tuak (nira), Peni Utan Lolon pun mabuk oleh tuak, Kesempatan tak dilewatkan Boli, Ia mengambil pisau dan mulai mencukur habis bulu manusia itu, setelah selesai kagetlah ia karena tenyata ia adalah seorang perempuan. Karena merasa kedinginan, Peni pun terbangun dari tidurnya ia tersadar kalau tidak ada lg bulu ldi badanya, dan hanya ada kain sarung yg boli kenakan padanya.
Sehingga pada akhirnya mereka menjadi suami istri, dan melahirkan Keturunan yg tersebar di seluruh ILE APE. Sampai pada anaknya Yang terakhir bernama " LELU " masih ada hingga sekarang. Namun menjelma menjadi Naga..
Wisata Rekomendasi Ekan Tukan - Ile Ape Lembata
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com























