| Pantai di Desa Bungalima |
Sejarah Desa Bungalima-Flores Timur
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Menikmati Sunset di Bungamuda, Wisata Lembata
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Lambang Daerah Kabupaten Malaka dan Artinya
- Perisai dan alat artinya perlindungan rakyat
- Sisi lima artinya sebagai dasar negara pancasila
- Bintang, simbol kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha esa
- Hijau : kemakmuran;
- Simbol Rumah Adat Artinya penghargaan terhadap adat dan budaya
- Padi dan kapasitansi - kemakmuran sandang pangan;
- Padi 45 butir dan kapas 17 biji dengan pita 8 merupakan tahun, tanggal dan bulan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
- Pita Merah - ketegasan kekeluargaan masyarakat Malaka yang tidak bias dicerai-berai;
- Semboyan pada pita merah yang berikut “ Neon Ida, Hader Ita Rai, Diak No Kmanek, yang berarti Sehati Membangun Kabupaten Malaka menuju Kesejahteraan masyarakat
- Air masalah salah satu potensi sumber daya alam di Kabupaten Malaka yang perlu dikelola secara maksimal.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Lambang Daerah Kabupaten Wonogiri dan Artinya
Bentuk, Isi, Warna dan Arti Lambang Wonogiri
- Pada bagian atas berwarna merah tercantum tulisan berbunyi " Wonogiri" dengan huruf balok putih.
- Pada bagian bawah berwarna putih tercantum tulisan sebagai Surya Sengkala berbunyi "Sabda Sakti Nugrahaning Praja" dengan huruf balok hitam.
- Suryasengkala tersebut mempunyai arti, Sabda = 7, Sakti = 6, Nugrahaning = 9, dan Praja = 1, sebagai peringatan di tetapkannya Lambang Daerah pada tahun 1967.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Lambang Daerah Kabupaten Rote Ndao dan Artinya
Arti dari Lambang Daerah Kabupaten Rote Ndao
Keputusan BUPATI ROTE NDAO Nomor : 49 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor : 4 Tahun 2003 tentang Lambang Kabupaten Rote Ndao
- Lambang daerah berbentuk benteng
- Ukuran lalai
- Lebar gambar pelindung = 17,5 cm
- Tinggi garis tengah = 21
- Jari-jari lekuk atas (kiri-kanan) = 4
- Jari-jari garis lengkung bawah = 11,3
- Diameter gambar bintang = 3.3
- Diameter gambar padi dan kapas = 14.5
- Lebar gambar padi dan kapas = 1,8 dan 2
- Diameter rantai = 9
- Lebar tiap-tiap mata rantai = 0.8
- Lebar gambar Ti'I Langga = 4,5
- Tinggi gambar Ti'I Langga = 4,5
- Ukuran Pita Pengikat
- Lebar pita = 1.2
- Panjang Pita pengikat = 10.5
- Tinggi Huruf tulisan Rote Ndao = 0.5
- Tinggi angka 2002 = 0,7
- Diameter tulisan ITA ESA = 3.5
- Tinggi tulisan ITA ESA = 0.4
Tata Warna Lambang Daerah :
- Dasar : Biru
- Tepi Perisai : Hitam
- Bintang Segi Lima : Kuning emas
- Padi : Jeruk
- Bunga Kapas : Putih
- Kelopak dan Batang Kapas : Hijau
- Pita Pengikat Padi dan Kapas : Merah / Putih
- Tulisan Rote Ndao : Hitam
- Rantai : Hitam
- Warna Dasar Rantai : Coklat
- Lukisan Ti'I Langga : Kuning
- Tulisan 2002 : Hitam
- Tulisan ITA ESA : Putih
Makna Tulisan :
- Perisai : Melambangkan Pertahanan rakyat dalam membela kepentingan daerah, bangsa dan Negara.
- Bintang Sudut Lima : Melambangkan Kabupaten Rote Ndao tetap berlandaskan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
- Padi dan Kapas : Melambangkan bahwa Kabupaten Rote Ndao bertekat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.
- Padi 10 butir dan kapas 4 buah : Melambangkan tanggal 10 bulan 4 ( april ) terbentuknya Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah Otonomi
- Pita Warna Merah Pengikatan tangkai padi dan kapasa yang " Rote Ndao " : Melambangkan bahwa dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Rantai yang ditemukan 19 : Melambangkan persatuan dan kesatuan yang kokoh dari 19 nusak dalam membangun Kabupaten Rote Ndao.
- Lukisan Ti'I Langga sebagai alat dan nilai budaya : Melambangkan Pemimpin dan kepemimpinan yang berfungsi sebagai pamong atau pelindung bagi masyarakat Rote Ndao menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan keimaman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- ITA ESA Tulisan “ ITA ESA “ atau Kita satu : Melambangkan masyarakat Rote Ndao satu dalam keragaman dan selalu dijiwai dengan tekad dan semangat mendukung persaudaraan, persatuan dan kesatuan.
Makna Warna Melambangkan sifat-sifat :
- Warna Kuning : Keagungan , Kebenaran, Kebesaran Jiwa dan semangat juang yang tinggi
- Warna Coklat : Kesederhanaan genangan daratan yang potensial
- Warna Hijau : Kedamaian, kesuburan dan kesegaran
- Warna Merah : Keberanian
- Warna Putih : Kesucian yang bersih tanpa pamrih Warna Hitam : Keteguhan, kekekalan
- Warna Orange : Keadilan,
- Warna Biru : kekuatan, kendalikan lautan yang potensial
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Lambang Daerah Kabupaten Lembata dan Artinya
Arti dari Lambang Daerah Kabupaten Lembata.
![]() |
| Gambar Logo Kabupaten Lembata |
1. Bintang Emas
2. Perisai Segi Lima
3. Perisai Segi Lima Merah Putih
4. Lingkaran Biru
5. Siput
6. Lidah Api
7. Tugu
8. Ikan Paus;
9. Puncak Gelombang;
10. Wua Wayak / Ekot (Tempaty Siri Pinang)
11. Angka 1999;
12. Padi dan Kapas;
13. Pita dan Tulisan “Taan Tou”
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Sejarah Masuknya Islam di Lerabaing Alor
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Para Pastor Yesuit di Lembata pada 1886-1917
| Serikat Yesuit |
- P. A. ten Brink, Serikat Yesuit (SY)....................................1886
- P. Y. de Vries, Serikat Yesuit (SY).......................................1886
- P. van Santen, Serikat Yesuit (SY)......................................1890
- P. Leemker, Serikat Yesuit (SY)...........................................1891
- P. Asselbergs, Serikat Yesuit (SY).......................................1891
- P. Wintjes, Serikat Yesuit (SY).............................................1892
- P. van Rijkevorsel, Serikat Yesuit (SY)................................1893
- P. Heslinga, Serikat Yesuit (SY)............................................1895
- P. Frencken, Serikat Yesuit (SY)...........................................1899
- P. van der Velden, Serikat Yesuit (SY).................................1902
- P. Hoeberechts, Serikat Yesuit (SY).....................................1904-1917
- P. P.E. Engbers, Serikat Yesuit (SY), Visitor.........................1904
- P. Kremer, Serikat Yesuit (SY)................................................1904
- P. Aerensbergen, Serikat Yesuit (SY)...................................1909
- P. de Nateris, Serikat Yesuit (SY)...........................................1910
- Bruder van Hoek, Serikat Yesuit (SY)
- Bruder Zinken, Serikat Yesuit (SY)
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Gambaran Umum Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata
a) Letak geografis
Kabupaten Lembata dengan Ibu Kota Lewoleba yang merupakan
daerah otonom pemekaran dari Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara
Timur berdasarkan Undang – Undang Nomor: 52 Tahun 1999 yang terletak di ujung
Flores. Secara astronomis Kabupaten Lembata terletak antara 8,04 - 8,400LS
dan 123,57 - 122,380BT (BPS Kabupaten Lembata, 2019).
b) Luas wilayah
Wilayah Kabupaten Lembata terdiri atas wilayah daratan dan
wilayah laut. Luas wilayah daratan Kabupaten Lembata seluas 126.639 ha dan luas
wilayah lautan seluas 3.353.995 ha. Luas Wilayah Kecamatan Ile Ape yakni 9.775
ha, Kecamatan Atadei: 14.299 ha, dan Kecamatan Ile Ape
Timur: 3.826 ha (BPS Kabupaten Lembata, 2018). Peta administrasi Kabupaten
Lembata dapat dilihat pada Gambar 2.1.
| Peta Administrasi Kabupaten Lembata |
Gambar 2. 1. Peta Administrasi Kabupaten Lembata
Secara administratif, Kabupaten Lembata terdiri dari 9
Kecamatan dan 144 Desa/7 Kelurahan. Kecamatan Omesuri memiliki desa terbanyak
(21 desa) dan Kecamatan Nubatukan dengan 7 Kelurahan (BPS Kabupaten Lembata,
2019).
c) Batas wilayah
Wilayah bagian Utara berbatasan dengan Laut Flores, bagian
Selatan berbatasan dengan Laut Sawu, bagian Timur berbatasan dengan Selat
Merica (Kab. Alor) dan bagian Barat berbatasan dengan Selat Boleng dan Selat
Lamakera (Kab. Flores Timur) (BPS Kabupaten Lembata, 2018).
d) Iklim dan curah hujan
Hujan Kabupaten Lembata beriklim tropis, dengan musim kemarau hampir sama dengan musim hujan yakni dari bulan April sampai Oktober, sementara musim penghujan dari Bulan November sampai Bulan Maret, dengan curah hujan yang hampir merata, rata-rata hari hujan pertahun 100–180 hari. Rata-rata curah hujan per tahun di wilayah Kabupaten Lembata sebesar 669-1.503 mm/tahun. Suhu udara rata-rata 25,970C – 28,560C sedangkan kelembaban udara berkisar antara 72%-84% dengan kecepatan angin rata-rata 8,0-8,4 knot/jam (BPS Kabupaten Lembata, 2018).
e) Keadaan wilayah
Sebagian besar wilayah Kabupaten Lembata terdiri dari tanah
pegunungan/bukit dan sedikit dataran, yang tersebar di sembilan (9) wilayah
kecamatan, dengan rincian: 55,6% daerah pantai, 37,6% daerah pegunungan/bukit,
1,7% daerah lembah dan 5,1 % daerah dataran. Terdapat beberapa gunung berapi di
wilayah Kabupaten Lembata yaitu Ile Batutara, Ile Ape, Ile Hobal dan Ile Werung.
Selain itu ada juga gunung tidak berapi yaitu
Ile Uyaleun, Ile Mingar, Labalekang, Ile Lamahinga dan Ile Adowajo,
sehingga 65 (enam puluh lima) desa berada di dataran tinggi dan 86 (delapan puluh enam) desa/kelurahan
merupakan desa pesisir (BPS Kabupaten Lembata, 2018).
Sebaran ketinggian wilayah Kabupaten Lembata dari permukaan
laut sebagai berikut 0-50 mdpl (25,248 ha/19,94%), 50-100 mdpl (17.664
ha/13,95%), 100-500 mdpl (53,325 ha/42,04%), 500-1.000 mdpl (28.833 ha/22,77%),
serta ketinggian lebih dari 1.000 mdpl (1.659 ha/1,31%). Sebaran Kelas lereng
wilayah Kabupaten Lembata sebagai berikut: 0-2% (16,044 ha /12,67%), 2-8%
(6.883 ha /5,44%), 8-15% (9.310 ha/7,35%), 15-20% (4.690 ha/3,70%),20-25%
(5.201 ha/4,11%), 25-30% (16.187 ha/12.78%), 30-40% (12.342 ha/9,75%), dan
lebih dari 40% (55.992 ha/44.21%) (RPI2-JM, Bidang Cipta Karya, Kabupaten
Lembata, 2017).
f) Klasifikasi Tanah
dan Jenis Tanah
Klasifikasi kemampuan tanah di Kabupaten Lembata membentuk 5
(lima) satuan peta tanah (SPT) yang merupakan asosiasi atau kompleks dari 6
grup yaitu haplustepts, ustarthents, haplustolls, ustipsamments, haplustands
dan haplustalfs. Klasifikasi tanah di Kabupaten Lembata didominasi oleh SPT 168
(haplustepts dan haplustalfs) yaitu seluas 53,68% wilayah berbahan induk
vulkanik pada sub landform perbukitan volkan dengan relief bergunung.
Haplustepts adalah tanah yang tergolong masih muda, dengan pH sangat masam
sampai netral dengan penampang tanah dangkal dan berbatu terutama di pegunungan
atau perbukitan berlereng curah (Buku Putih Sanitasi Kabupaten Lembata, 2017).
Tekstur tanah pada umumnya sedang hingga agak kasar dengan
kedalaman efektif sangat dangkal (30-50 cm) dan dangkal (50-60 cm) berbatu
dengan erosi ringan.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
.jpeg)