TIMUR DALAM LUKA REPUBLIK [LIRIK LAGU RAP BMC]



[Intro]

Yeah…

Dari timur sa bicara keras

Bukan cari viral, ini suara yang diperas

Uh…

Republik bilang damai dan bebas

Tapi katong hidup masih dibayang laras


[Verse 1]

Tentara datang masuk jaga tambang

Katong rakyat kecil mulai hidup tegang

Helikopter putar rendah waktu petang

Anak kecil lari masuk hutan dan padang


Tanah adat su pindah jadi konsesi

Tuan perusahaan datang bawa investasi

Dong bilang semua demi demokrasi

Padahal bau kuat itu kolonialisasi


Hutan sagu habis dibabat alat

Mama-mama menangis di pinggir barat

Kayu keluar naik kapal sangat cepat

Katong pung hidup makin hari makin berat


Gunung emas dibongkar tiap pagi

Hasilnya pergi entah sampai ke mana lagi

Katong pung kampung tetap gelap sendiri

Lampu padam jadi teman tiap hari


[Hook]


Papua… Maluku… NTT…

Timur bukan halaman belakang negeri

Nasionalisme jangan cuma di mimbar tinggi

Kalau rakyat kecil masih susah tiap hari


Katong hitam bukan bahan hina

Bukan monyet seperti dong bilang di sana

Republik terlalu sibuk jaga kuasa

Sampai lupa deng manusia di timur san


[Verse 2]

Dulu katong makan papeda deng sagu

Sekarang beras datang paksa budaya berlalu

Anak-anak mulai lupa cerita dulu

Karena hidup sekarang diatur pasar melulu


Dana otsus turun triliunan angka

Tapi rakyat kecil tetap seng ada apa-apa

Pejabat datang pake mobil kaca gelap semua

Pidato manis lalu pulang tinggalkan luka


Sekolah rusak seng pernah dibenahi

Rumah sakit jauh bikin orang susah sekali

Kalau sakit harus turun kota lagi

Kadang nyawa hilang di tengah jalan sepi


Sawit tumbuh luas macam penjajah baru

Masuk pelan-pelan rampas tanah dulu

Dong sebut itu proyek maju

Padahal rakyat adat makin diburu waktu

[Verse 3]

Sa tra lupa waktu dong bilang “monyet”

Kata itu baku tikam rasa paling sakit

Dong bicara Bhineka di podium elit

Tapi lihat orang timur macam bukan manusia sedikit


MEdia putar berita setengah benar

Supaya investor tetap merasa aman dan segar

Kalau rakyat lawan langsung dicap liar

Padahal dong cuma pertahankan tanah warisan besar


Tentara jaga pagar perusahaan

Lebih ketat dari jaga keselamatan rakyat pedalaman

Jalan mulus cuma buat mobil tambang jalan

Sementara kampung sebelah penuh lumpur dan genangan


Sungai hitam karena limbah dibuang

Ikan mati hanyut ikut arus pulang

Katong pung hidup perlahan hilang

Karena republik terlalu cinta uang

[Verse 4]


OPM lahir dari luka panjang

Dari rakyat yang terlalu sering ditendang

Kalau suara dibungkam berulang-ulang

Jangan heran kalau amarah datang menyerang


Katong tra mau hidup deng perang

Tapi ketidakadilan bikin hati goyang

Republik bicara persatuan terang-terang

Tapi timur tetap dianggap orang belakang


Kolonialisme sekarang ganti pakaian

Pake jas rapi dan bahasa pembangunan

Liberalisme duduk makan di perusahaan

Sementara rakyat hilang tanah dan masa depan


Sa cuma mau bilang satu kali

Katong juga manusia di negeri sendiri

Kalau tanah terus dirampas tiap hari

Jangan salahkan timur kalau terus bersuara berani

[Outro]


Yeah…

Old school dari timur negeri

Suara jalanan lawan ketidakadilan abadi

Katong mungkin hitam di mata negeri

Tapi sa pu suara tra akan mati.

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Lembata
Gambar : Istimewah

Pemerintah Kota Surabaya bersama Pemerintah Kabupaten Lembata resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Selasa (12/5/2026).


Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperluas peluang pengembangan ekonomi daerah melalui sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, perkebunan, hingga penguatan sumber daya manusia.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati Lembata, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dari Pemerintah Kota Surabaya turut hadir sejumlah kepala perangkat daerah terkait.


Dalam kesempatan itu, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Lembata sebagai daerah kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam melimpah.


Sektor perikanan menjadi salah satu andalan utama. Produksi hasil laut Lembata tercatat mencapai lebih dari 6.757 ton per tahun dengan komoditas unggulan seperti cakalang, tongkol, tuna mata besar, kembung, kakap, hingga berbagai jenis kerapu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.


Selain perikanan, Lembata juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang terus berkembang, di antaranya kopra, kemiri, kacang mete, kakao, porang, pinang, asam, hingga rumput laut. Beberapa komoditas bahkan mampu diproduksi dalam jumlah puluhan ton setiap bulan.


Bupati Lembata menegaskan, kerja sama dengan Kota Surabaya diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.


Tidak hanya di bidang ekonomi, kerja sama juga diarahkan pada peningkatan kapasitas ASN, pendidikan dan pelatihan, pertukaran pelajar dan beasiswa, pengembangan e-government dan smart city, pengembangan pariwisata, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan pasar karbon dan alat berat.


Dalam pemetaan kerja sama lanjutan, sejumlah komoditas strategis yang akan dikembangkan bersama meliputi kopra, ikan, rumput laut, kacang mete, kemiri, porang, dan asam.


Kesepakatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Lembata untuk memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperluas jejaring pembangunan dengan daerah maju seperti Kota Surabaya.

(ProkompimPemkabLembata)

Surat Terbuka untuk Para Pengamat Got Lewoleba: Maafkan Pemerintah yang Kurang Sakti

 

Nwgeri Paus
Gambar : Istimewah

Lembata 30/04/26 - Mari kita semua bersepakat: banjir di sepanjang jalan Lamahora hingga Toko Lima Satu murni karena pemerintah tidak punya tongkat sihir. Sungguh keterlaluan mereka tidak bisa menyulap air agar bisa melompati gundukan sampah yang kita titipkan dengan penuh kasih sayang di dalam got.

​Padahal, jika kita bicara soal Cinta Tanah Air dan Pancasila, bukankah manifestasi paling sederhana adalah tidak menganiaya lingkungan sendiri? Namun, sepertinya kita punya penafsiran yang berbeda.

​Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita harus tetap menyalahkan mereka, meskipun kenyataan di lapangan sedikit "mengganggu" narasi kita:

​1. Got sebagai "Tempat Sampah Premium"

​Kita harus protes mengapa pemerintah tidak membangun sistem got yang dilengkapi dengan mesin penghancur otomatis. Bagaimana mungkin sampah plastik yang kita buang ke drainase bisa menyumbat aliran? Bukankah "menjaga kebersihan" itu tugas malaikat dan pemerintah saja? Kita sebagai warga yang katanya "cinta tanah air" tentu merasa cukup dengan hanya mencintai tanahnya, tapi sampahnya silakan dinikmati orang lain.

​2. Seni "Mencekik" Drainase dengan Beton

​Kita berhak membangun cor beton menuju rumah dengan ketebalan luar biasa, bahkan jika itu harus memakan separuh ruang got di bawahnya. Jika lubang got menyempit dan air meluap, itu salah pemerintah karena tidak memperlebar bumi Lewoleba. Menjaga fasilitas umum tetap berfungsi adalah urusan nomor sekian, yang penting akses kendaraan pribadi mulus tanpa hambatan.

​3. Air yang "Lupa Diri"

​Sangat tidak adil menyalahkan air yang mengalir deras dari halaman rumah warga. Seharusnya, pemerintah menyediakan asisten pribadi untuk setiap tetesan air hujan yang jatuh di atap rumah kita agar mereka langsung berbaris rapi menuju laut. Membiarkan air limbah rumah tangga langsung ke jalan raya adalah bentuk "kebebasan" yang harusnya dimaklumi, bukan?

​4. Mengecilkan Kali demi Perluasan Istana

​Membangun rumah hingga menjorok ke pinggir kali adalah bukti kreativitas kita dalam memanfaatkan lahan. Jika kali menyempit dan airnya protes dengan cara masuk ke pemukiman, itu jelas salah pemerintah. Kita hanya warga yang ingin memperluas "tanah air" milik pribadi dengan cara mencaplok badan kali yang merupakan milik bersama.

​Kesimpulan:

Katanya kita menjunjung tinggi nilai Pancasila, tapi membuang sampah pada tempatnya saja terasa seperti tugas berat dari negara tetangga. Jika benar kita Cinta Tanah Air, seharusnya kita malu melihat drainase kota tersumbat oleh ego kita sendiri.red

Pelabuhan Bukan Simsalabim: Mengapa Mengawal Data Lebih Penting daripada Menagih 'Pepesan Kosong'

Cha
Istimewah


Membangun narasi skeptis di tengah carut-marutnya infrastruktur memang seksi, namun sering kali kita terjebak pada keinginan instan yang melupakan logika pembangunan. Menanggapi tulisan yang menyebut "Berita Acara Kesepakatan Bersama" sebagai sekadar "obat penenang" atau upaya "menunda kehancuran," kita perlu bertanya: Apakah kita sedang mencari solusi, atau sekadar ingin melampiaskan amarah di media sosial?

​Ada kegagalan logika yang fatal jika kita menganggap uji coba sandar di dermaga alternatif sebagai upaya membuang waktu. Dalam tata kelola negara, pelabuhan tidak bisa dibangun dengan simsalabim atau sekadar perintah lisan. Infrastruktur maritim adalah soal keamanan nyawa manusia dan ketahanan aset negara.

​Uji coba sandar adalah instrumen data. Tanpa hasil uji coba yang otentik, pemerintah daerah tidak akan punya "peluru" yang cukup kuat untuk menembus tembok birokrasi di Kementerian Perhubungan. Untuk mendapatkan anggaran raksasa dari APBN, pusat membutuhkan bukti bahwa dermaga eksisting memang sudah tidak layak dan alternatif yang diusulkan adalah solusi yang masuk akal secara teknis. Menolak uji coba sama saja dengan membiarkan usulan anggaran kita mentah di meja Jakarta.

​Tuduhan mengenai "krisis kapabilitas lobi" juga merupakan serangan yang terlalu prematur. Lobi anggaran bukan seperti memesan barang di toko daring yang bisa sampai dalam semalam. Ada tahapan administratif, perencanaan teknis, hingga penyesuaian regulasi yang harus dilalui. Dokumen kesepakatan tertulis yang lahir pada 8 April 2026 ini justru adalah pijakan legal yang kuat. Tanpa kertas itu, semua janji politik justru benar-benar akan menjadi "pepesan kosong" karena tidak memiliki landasan hukum yang bisa ditagih.

​Terkait opsi dermaga darurat (plengsengan), mari kita berpikir jernih. Apakah kita lebih memilih pelabuhan ditutup total dan pasokan logistik terhenti, atau memilih solusi sementara sembari menunggu pembangunan permanen berjalan? Menganggap solusi darurat sebagai "turun kasta" adalah cara pandang yang mengabaikan keselamatan perut rakyat. Di seluruh dunia, mitigasi bencana infrastruktur selalu dimulai dengan solusi darurat agar denyut nadi ekonomi tidak mati suri.

​Terakhir, tuntutan agar pemimpin "mundur" di tengah proses penyelesaian masalah justru menunjukkan keputusasaan berpikir. Masalah infrastruktur yang kompleks membutuhkan keberlanjutan kepemimpinan, bukan kevakuman yang hanya akan memulai semuanya kembali dari nol.

​Lembata tidak butuh retorika kemarahan yang hanya membakar semangat tanpa solusi. Yang kita butuhkan saat ini adalah mengawal setiap butir kesepakatan tersebut dengan mata yang jeli. Mari berhenti menuntut keajaiban instan dan mulailah memahami bahwa membangun daerah adalah kerja keras yang butuh data, prosedur, dan ketenangan berpikir. ADM

LOKER KUPANG [PT.KUPANG JAYA AUTOPARTS]

Pt kupang jaya
Istimewah


RESMI JADWAL PPPK PARUH WAKTU 2025

 

PPPK
Istimewah


 Pemerintah resmi mengumumkan hasil usulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tahun 2025. 

Daftar nama honorer yang diusulkan kini sudah bisa diakses oleh masyarakat melalui website resmi instansi masing-masing maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Program PPPK Paruh Waktu menjadi salah satu skema rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan sistem kerja lebih fleksibel. 

Mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari usulan instansi hingga penetapan kebutuhan oleh Menteri PANRB.

PPPK


Loker Kota Kupang : Staf Administrasi Dinkes Provinsi NTT

Dineks
Istimewah

 Lowongan Pekerjaan Staf Administrasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT. 

Informasi lebih lanjut silahkan baca gambar di atas atau aksea link: https://bit.ly/STAF_GFAIDS-NTT

Loker Kupang 2025: STAF KEUANGAN DINKES PROVINSI NTT

Lowongan Pekerjaan FA (FINANCE ADMINISTRATION)/STAF KEUANGAN

Penempatan : Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggata Timur

Persyaratan dapat dibaca pada gambar di bawah:

Dinkes Provinsi NTT
Istimewah

LOKER: GURU BAHASA INGGRIS [SD TUNAS KASIH]

Loker SD
Istimewah

Dibuka lowongan  untuk para pencari kerja khususnya Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Tunas Kasih.

Persyaratan : 
  • Laki-laki atau Perempuan 
  • Umur Maksimal 35 Tahun 
  • Pendidikan S1 
  • Dapat Bekerja dalam Tim 
  • Mempunyai kemapuan mengoperasikan komputer dan teknologi lainnya.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi via Whatsapp : 0896-7018-6848

LOKER BALI: TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (TPM)

Loker Bali
Gambar: Istimewah


Metode Pelaksanaan Rekrutmen TPM

Setiap pelamar wajib mendaftar online melalui link https://p3tgai.pu.go.id/rekrutmentpm dari tanggal 29 Agustus 2025 s.d. 02 September 2025 pukul 12.00 wita. Penyampaian dokumen pendaftaran dan berkas kelengkapan calon TPM dilakukan dengan mengunggah ke dalam Aplikasi. Selanjutnya akan dilakukan proses penilaian atau tes dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu:

1. Penilaian Administrasi;

2. Tes Tertulis; dan

3. Tes Wawancara.

Berkas yang diunggah dengan format scan JPEG atau PDF terdiri dari :

1. Surat lamaran yang dibubuhi tanda tangan dan bermaterai Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah);

2. Ijazah terakhir atau Surat Keterangan Lulus (jika belum mendapatkan ijazah);

3. Transkrip Nilai;

4. KTP (Kartu Tanda Penduduk);

5. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak);

6. Pas Foto Resmi Ukuran 4x6 Background Warna Merah (Format JPG);

7. Surat Pernyataan bahwa tidak terikat kontrak dengan Instansi Pemerintah lainnya bermaterai Rp.10.000,-;

8. Daftar Riwayat Hidup;

9. Surat Keterangan Pengalaman Kerja sejenis (jika ada);

10.Sertifikat kursus/pelatihan terkait (jika ada)

11.Surat Keterangan Domisili (jika diperlukan)

12.Dokumen pendukung lainnya.

Pada setiap tahapan akan ditentukan calon TPM yang lolos dan bisa lanjut ketahapan tes berikutnya.

B. Kualifikasi

Kualifikasi calon Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) antara lain sebagai berikut :

1. TPM disyaratkan minimal berpendidikan:

a) Sarjana Strata-1 (S1), diutamakan dalam bidang Teknik Sipil/Pengairan; atau

b) Diploma Tiga (D3), diutamakan Teknik Sipil/Pengairan atau yang setara; atau

c) STM atau SMK Teknik, diutamakan jurusan Bangunan yang sudah berpengalaman paling sedikit 3 (tiga) tahun;

2. TPM tidak terikat kontrak kerja dengan pihak lain;

3. TPM hanya dapat melakukan pendampingan pada lokasi penerima P3-TGAI maksimal 2 (dua) tahun berturut-turut pada desa penerima P3-TGAIyang sama.

4. Persyaratan Umum :

a) Warga Negara Indonesia (WNI)

b) Tidak sedang dalam ikatan kontrak kerja, bukan Aparatur Sipil Negara (PNS/PPPK/TNI/Polri), serta tidak merangkap di kegiatan pendampingan lainnya;

c) Bersedia ditempatkan dan bekerja penuh waktu (full-time) di lokasi penugasan selama masa kontrak;

d) Memiliki dedikasi yang tinggi dan berjiwa sosial untuk membantu masyarakat;

e) Mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan dapat bekerja sama dalam tim maupun mandri;

f) Apabila peserta lulus seleksi hingga tahap akhir, maka wajib memenuhi dan mengumpulkan kelengkapan persyaratan sebagai berikut :

  • Berkelakuan baik dan tidak pernah dipidana dengan pidana dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian/SKCK yang masih berlaku;
  • Sehat keterangan sehat jasmani dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat yang diterbitkan pada tahun 2025 dari Rumah Sakit/Dokter setempat yang masih berlaku.
g) Apabila di kemudian hari terjadi perubahan anggaran P3-TGAI yang menyebabkan berubahnya formasi kebutuhan TPM, maka keputusan kelulusan rekrutmen dapat berubah dan tidak dapat digugat.

5. Persyaratan Khusus :

a) Peserta pendaftar calon TPM berdomisili di Provinsi Bali, jika peserta pendaftar KTP luar Bali maka wajib melampirkan surat keterangan domisili yang ditandatangani oleh Perbekel/Kepala Kelurahan setempat.

b) Diutamakan berasal/domisili dari Kabupaten penerima Program P3-TGAI di wilayah kerja BBWS/BWS

c) Berusia maksimal 45 tahun pada saat memasukkan lamaran;

d) Jika berusia lebih dari 45 tahun, peserta dapat mendaftar apabila memiliki pengalaman kerja sebagai TPM / fasilitator sekurang-kurangnya selama 2 tahun;

e) Pendidikan minimal SMK Teknik Bangunan dengan pengalaman minimal 3 tahun di bidangnya dan berpengalaman menjadi TPM atau pendamping masyarakat program pemberdayaan lainnya yang dibuktikan dengan surat referensi kerja atau salinan kontrak kerja;

f) Mampu mengoperasikan komputer minimal Ms. Word, Ms. Excel dan bisa mengakses internet;

g) Diutamakan memiliki pengalaman yang sama sebagai TPM P3-TGAI dengan kinerja baik dan/atau pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat lainnya;

h) Tidak sedang dalam kondisi hamil/mengandung dengan usia kehamilan berapa minggu (khusus bagi calon TPM perempuan, disesuaikan kebutuhan Balai)


C. Tata Cara Pendaftaran

1. Tiap pelamar wajib mendaftar online melalui link pendaftaran https://p3tgai.pu.go.id/rekrutmentpm dan klik daftar pada pendaftaran TPM Tahun Anggaran 2025 BWS Bali – Penida;

2. Peserta wajib menyiapkan e-mail aktif sebagai syarat pendaftaran;

3. Informasi terkait pelaksanaan seleksi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) akan dikonfirmasi melalui e-mail secara otomatis oleh sistem;

4. Pastikan pada saat pendaftaran mencantumkan no telepon aktif yang sudah terdaftar Whatsapp.

5. Peserta diharapkan mengecek e-mail secara berkala.

6. Peserta yang dinyatakan lulus hingga proses akhir, wajib mengumpulkan berkas asli beserta lampiran - lampirannya yang telah di unggah.

LOWONGAN PT PUTRA PERKASA ABADI

Pt abadi
Istimewah


 Dibuka lowongan pekerjaan pada PT. Putra Perkasa Abadi mengisi posisi sebagai Driver Dump Truck FM 400, Operator Dozer D85, Operator Grader 705/GD825 dll. kualifikasi dan persyaratan tertera pada browsur, untuk informasi lebih lanjut, lihat browsur.

Note : Pada saat test wajib mengikuti protokol yang sudah ditentukan