Melihat Lebih Dekat Proses Pemugaran Rumah Adat di Napaulun
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Golgota Di Rekas Kempo - Manggarai Barat
![]() |
| Gambar Gereja Katolik |
NEGREIPAUS.BLOGSPOT.COM/16/10/22 - Gereja tua yang menjadi titik spot Golgota saat upacara jalan salib ini terletak di Rekas, Kempo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.
Setiap stasi dihias dengan bok-bok kecil dari pucuk enau/aren muda warna kuning kalau di Bali terkenal dengan istilah "janur".
Stasi ke-12 terletak di titik sedikit mendaki di puncak. Di sana salib besar dari kayu balok berdiri kokoh menjulang tinggi dan umurnya bertahun-tahun.
Sisi kiri-kanannya batu-batu cadas yang biasa disusun seperti pagar kebun warga dan pepohonan membentuk setengah lingkaran. Titik inilah umat Katolik menyebutnya "GOLGOTA". Dan, nama GOLGOTA ini sangat terkenal dan menjadi ikon gereja Katolik Rekas selain gua Maria.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Surga Lain Ende: Kampung Adat Wologai
Jika berkunjung ke Kabupaten Ende, jangan lupa menyempatkan diri datang ke Kampung Adat Wologai.
![]() |
| Gambar Kampung Adat Wologai |
Kampung yg terletak di ketinggian sekitar 1.045 mdpl merupakan salah satu kampung adat tersisa yang masih ada di Flores berusia sudah sekitar 800 tahun.
Wologai terletak sekitar 37 kilometer arah timur kota Ende, di Kecamatan Detusoko yang dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun mobil sewaan dengan harga sekitar 300 ribu rupiah selama sehari.
Di bagian depan sebelah kanan pintu masuk kampung terdapat sebuah pohon beringin yang diyakini komunitas adat Wologai ditanam oleh leluhur mereka, yang sekaligus konon setara dengan waktu pendirian kampung adat ini.
Satu hal unik dari Wologai adalah arsitektur bangunannya yang berbentuk kerucut.
Rumah-rumah dibangun melingkar dan ada tiga tingkatan dimana setiap tingkatannya disusun bebatuan ceper di atas tanah yang sekelilingnya dibangun rumah-rumah.
Semakin ke atas, pelataran semakin sempit menyerupai kerucut.
Deretan rumah panggung di kampung ini dibangun melingkar mengitari Tubu Kanga, sebuah pelataran yang paling tinggi yang biasa dipakai sebagai tempat digelarnya ritual adat. Batu ceper yang terdapat di tengah digunakan serupa altar untuk meletakkan persembahan bagi leluhur dan sang pencipta.
Rumah panggung ini dibuat dari kayu yang diletakkan di atas 16 batu ceper yang disusun tegak untuk dijadikan tiang dasar penopang bangunan ini.
Bangunan dengan panjang sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 5 meter ini memiliki atap berbentuk kerucut yg dibuat dari alang-alang atau ijuk. Tinggi bangunan rumah sekitar 4 meter sementara atapnya sekitar 3 meter.
Karena keunikannya, tak heran saat disambangi Mongabay Indonesia, akhir Maret lalu terdapat beberapa wisatawan asing sedang memotret tempat wisata ini.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ฃ๐๐ฆ๐๐-๐ ๐๐๐๐ง๐๐ฅ: ๐๐๐๐ ๐ฃ๐๐ก๐๐๐ง๐๐๐จ๐๐ก ๐๐ ๐ฃ๐๐ก๐๐๐จ๐๐ก ๐๐ฆ๐๐๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ฃ๐๐ฆ๐๐-๐ ๐๐๐๐ง๐๐ฅ:
๐๐๐๐ ๐ฃ๐๐ก๐๐๐ง๐๐๐จ๐๐ก
๐๐ ๐ฃ๐๐ก๐๐๐จ๐๐ก ๐๐ฆ๐๐๐
(Buku Materi 3: "๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ค๐ข๐ฌ ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ-๐๐ด๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ถ๐ญ๐ข-๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข: ๐๐ข๐ณ๐ช ๐๐ด๐ฑ๐ฆ๐ฌ ๐๐ฐ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐๐ฆ๐ฎ๐ข-๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข ๐๐ฆ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช๐ด")
แด ส. สแดแดสแดษดษข ษดแดแดส๊ฑแดษดแด
๐๐ท๐ผ๐ฝ๐ฒ๐ฝ๐พ๐ฝ๐ฎ ๐ฏ๐ธ๐ป ๐ข๐๐ป๐ฒ๐ช๐ฌ ๐๐พ๐ต๐ฝ๐พ๐ป๐ฎ ๐ข๐ฝ๐พ๐ญ๐ฒ๐ฎ๐ผ (ISCS)
๐๐ฎ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต-๐ฑ๐ฎ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ ๐๐ฟ๐ฎ๐พ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฟ๐ถ๐ฎ, ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐๐ถ ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐น๐ฒ๐ธ๐๐๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ. Pusat-pusat pengembangan pemikiran teologis falsafi telah dirintis sejak awal di daerah-daerah "Bulan Sabit Subur", al-Hilฤl al-Khashฤซb (ุงูููุงู ุงูุฎุตูุจ) ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ถ๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฟ๐ฎ๐บ (๐ฆ๐๐ฟ๐๐ฎ๐ป๐ถ) ๐ถ๐๐, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฑ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐บ๐ถ๐๐ถ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ๐ป ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐น๐ฒ๐ธ๐๐๐ฎ๐น ๐ฌ๐๐ป๐ฎ๐ป๐ถ.
![]() |
| Gambar ini hanya pemanis |
Secara militer Islam memang mula-mula berhasil menaklukkan daerah-daerah tersebut, tetapi hal itu belum dibarengi dengan penguasaan pemikiran intelektual. Bahkan dalam tradisi pemikiran ilmiah, mula-mula Islam kelihatan sekali "gagap", bahkan "minder" menghadapi komunitas intelektual Kristen yang sudah mapan ratusan tahun. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, gerakan intelektual dalam Islam segera digalakkan untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam ilmu pengetahuan. Kesungguhan daulah-daulah Islam itu untuk merebut ilmu pengetahuan dari komunitas Kristen itu, antara lain ditunjukkan sejak zaman Khalifah Hฤrลซn Ar-Rasyฤซd (ูุงุฑูู ุงูุฑุดูุฏ), ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ผ๐ฏ๐ฎ๐ธ-๐ด๐ฒ๐ฟ๐ผ๐ฏ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฎ๐ป๐๐๐ธ๐ฟ๐ถ๐ฝ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ ๐ฌ๐๐ป๐ฎ๐ป๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐๐ฎ๐ป๐๐ถ๐๐บ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฑ๐ถ๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฟ๐ฎ๐ฏ. [¹]
Dalam rangka itulah, ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐บ๐๐น๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ถ๐น๐บ๐๐๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐๐ธ๐-๐ฏ๐๐ธ๐ ๐ถ๐๐. Gerakan intelektual ini berlangsung sampai abad ke-12 M, dan ๐๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ป๐ฎ๐บ๐ฎ-๐ป๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ถ๐น๐บ๐๐๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ๐ฎ๐ป๐ถ, antara lain seperti: แธคunayn bin Isแธฅฤq (ุญููู ุจู ุฅุณุญุงู) atau Abลซ Zayd แธคunayn ibn Isแธฅฤq al-สฟIbฤdฤซ (ุฃุจู ุฒูุฏ ุญููู ุจู ุฅุณุญุงู ุงูุนุจุงุฏู) (wafat 873 M), yang memiliki 90 pembantu penterjemah; Qustฤ bin Lลซqฤ (ูุณุทุง ุจู ูููุง) atau Qustฤ Ibn Lลซqฤ al-Baสฟalbakkฤซ (ูุณุทุง ุจู ูููุง ุงูุจุนูุจูู) (wafat 912 M); Abลซ Bishr Mattฤ ibn Yลซnus (ุฃุจู ุจุดุฑ ู ุชู ุจู ูููุณ) atau Abลซ Bishr Mattฤ ibn Yลซnus al-Qunnฤสพฤซ (ุฃุจู ุจุดุฑ ู ุชู ุจู ูููุณ ุงูููุงุฆู) (wafat 940 M), dan masih banyak lagi. ๐ฃ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฎ๐ฑ๐บ๐ถ๐ป๐ถ๐๐๐ฟ๐ฎ๐๐ผ๐ฟ ๐ ๐๐๐น๐ถ๐บ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ป๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ถ๐ป๐ด๐ถ๐ป๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ผ๐ธ๐๐ฒ๐ฟ-๐ฑ๐ผ๐ธ๐๐ฒ๐ฟ ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ, sehingga khalifah-khalifah dinasti สฟAbbasiyah (ุงูุฎูุงูุฉ ุงูุนุจุงุณูุฉ | al-Khilฤfah al-สฟAbbฤsiyyah) memiliki dokter-dokter Kristen dari tahun 765 M sampai 870 M.
Penterjemahan karya-karya ilmiah ke dalam bahasa Arab dari bahasa Aram/ Suryani telah diawali sejak dinasti Ummayah (ุงูุฎูุงูุฉ ุงูุฃู ููุฉ | al-Khilฤfah al-Umawiyyah), dan ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ-๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐ฌ๐๐ป๐ฎ๐ป๐ถ ๐บ๐๐น๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐ป๐ณ๐ฎ๐ฎ๐๐ป๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ sejak Khalifah al-Maสพmลซn (ุงูู ุฃู ูู) (813-833 M) mendirikan Bayt al-แธคikmah (ุจูุช ุงูุญูู ุฉ), "Rumah Kebijaksanaan". [²] ๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ธ ๐๐๐น๐ฎ๐บ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ป๐ฎ๐น ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฝ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฌ๐๐ป๐ฎ๐ป๐ถ ๐ถ๐๐๐น๐ฎ๐ต, ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐ด๐ฎ๐ด๐ฎ๐๐ฎ๐ป-๐ด๐ฎ๐ด๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐๐ฎ๐ณ๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ.
Justru dengan berangkat dari kenyataan ini, kita dapat menelusuri jejak-jejak awal perkembangan pandangan Islam mengenai Kekristenan dalam lensa bidikan yang tepat, dan "๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ด๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐จ๐ข๐ฎ๐ข-๐ข๐จ๐ข๐ฎ๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ-๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ต๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฃ๐ญ๐ฆ๐ฎ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด-๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด." [³]
Dalam perjumpaan dengan komunitas Kristiani dengan tradisi intelektualnya yang sudah mapan tersebut, mula-mula Islam berbekal pandangan yang sangat praktis, ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐ธ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐บ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐น ๐๐ฒ๐ธ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฉ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฌ๐ด (๐บ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด) ๐ฑ๐ถ ๐ ๐ฒ๐ธ๐ธ๐ฎ๐ต, ๐๐ถ๐ท๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ฟ๐ป๐๐ฎ, atau komunitas Yahudi dan Kristen di sekitar Madinah yang -- ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฉ -- akan tetapi masih jauh lebih sederhana ketimbang Kekristenan di daerah-daerah taklukan baru tersebut.
Di daerah-daerah baru tersebut, dihasilkan oleh umat Kristen berbagai argumentasi teologis dalam rangka menghadapi kritik Islam, ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ป๐ท๐๐ธ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ธ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐๐๐ฑ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ฝ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ-๐ฝ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ ๐๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ธ๐ป๐๐ฎ. Oleh karena itu, dalam posisi tersebut, persepsi umat Islam tentang kekristenan ๐ฉ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฌ๐ด (menyimpang) di sekitar Mekkah yang amat sederhana itu, ketika harus dipublikasikan dalam situasi baru itu benar-benar tidak representatif. [⁴] Tetapi sebanyak argumentasi yang harus dijawabnya, Islam mulai pula mengelaborasi beberapa aspek persepsi dengan masing-masing caranya, yang diarahkan untuk melemahkan setiap argumentasi penolakan orang Kristen terhadap agama Islam, khususnya klaim kenabian Muhammad.
------------------
[¹] Harun Nasution, ๐๐ข๐ญ๐ด๐ข๐ง๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ด๐ต๐ช๐ด๐ช๐ด๐ฎ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ด๐ญ๐ข๐ฎ (Jakarta: Bulan Bintang, 1990), hlm.10-13.
[²] W. Montgomery Watt, ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐บ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ด๐ญ๐ข๐ฎ: ๐๐ข๐ซ๐ช๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ฉ ๐๐ณ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ญ๐ช๐ด. Alih Bahasa: Hartono Hadikusumo (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1990), hlm. 139.
[³] ๐๐ฃ๐ช๐ฅ, hlm. 136.
[⁴] W. Montgomery Watt, ๐๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐๐ด๐ญ๐ข๐ฎ-๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ: ๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ด๐ช. Alih Bahasa: Zaimuddin (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1996), hlm. 41.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Penginjil Dayak Yang Lahir Dari Seminari Depok
Penginjil Dayak Yang Lahir Dari Seminari Depok
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Mengenal Nusa Tenggara Timur Lebih Dekat
Nusa Tenggara Timur
Profil;
Pemerintahan
Demografi
ARTI LAMBANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
![]() |
| Gambar Lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur |
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Kilas Balik Cerita Tentang Gunung Lakaan di Belu - Nusa Tenggara Timur
CERITA GUNUNG LAKAAN GUNUNG LAKAAN DI BELU
PUTRA-PUTRI LAKA LORO KMESAK
- TETI BAUK (hijrah ke Lubarlau-Ramelau, lalu menetap di Likusaen dengan gelar: Mali Bere Likusaen)
- BERE BAUK (hijrah ke Lubarlau-Ramelau, lalu ke arah selatan dan menetap dan berkuasa di Wehali (dengan gelar Bereliku Wehali).
- LULUN BAUK (yang kelak dikenal dengan julukan LULUN SAMARA), yang terus melanjutkan misi kerajaan dari ayahnya Bau Mauk Lorok dan mengembangkan Fehalaran sebagai kerajaan paling berpengaruh di Timor dan sekitarnya, antara lain karena kepahlawanan LULUN-SAMARA berkiprah menolong Wehali memenangkan perang Wehali-Likusaen (FUNU NO LEDO LIKUSAEN-WEHALI).
- Dasi Tuka Mauk berlayar ke Pulau Flores lalu kawin, menetap dan berkuasa di sana. Dialah yang mendirikan Kerajaan Larantuka Bauboin.
- Dasi Boki Mauk menetap di Biboki
- Dasi San Mauk menetap di Insana
- Dasi Leku Mauk menetap di Lakekun.
- Teni Mauk menetap di dataran rendah Fehalaran (Natarmeli Bauho); kelak mengadakan ekspansi dan perluasan kekuasaan Tetun Fehalaran hingga ke Torilai-Balibo-Diruati-Mauubu-Bobiknuan-Maubara-Atabae-Leimea.
- Bere Mauk menetap di Fulur Lamaknen dan mendirikan Suku Hak Por.
MATRILINEAL
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
JING TIU atau JINGI TIU (Salah Satu agama Nusantara Tempoe Doeloe)
Jing Tiu: Salah Satu Agama Nusantara Tempoe Doeloe
![]() |
| Gambar; Beberapa Perempuan Sabu Sedang Duduk Diatas Batu |
Deo Ama yg artinya Dewa Bapak adalah penggambaran sebagai Sang Maha Kuasa. Tokoh tertinggi, penuh misteri, dihormati sekaligus ditakuti.
Sama seperti Kaharingan agama Orang Dayak Kalimantan Selatan, JINGTIU adalah sebutan yg disematkan oleh misionaris dr Portugis pada masa penginjilan tahun 1625.
1. Rai Balla yang menjaga bumi.
2. Dahi Balla yang menjaga laut.
3. Liru Balla yang menjaga langit.
Ketiganya mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Seperti mengatur musim hujan, mengatur nira, mengatur musim kemarau, melindungi dan mengembangbiakkan berbagai hewan ternak, menjaga keseuburan tanah, serta menumbuhkan tanaman dll.
- Uli Rae berjaga disebelah kanan gerbang timur kampung
- Maki Rae berjaga disebelah kiri gerbang timur kampung.
- Tiba Rae yang artinya Penangkis Kampung.
- Aji Rae yang artinya Penahan Kampung.
Hubungan dan kesatuan antara alam dengan Suku Sabu diterapkan dalam berbagai upacara adat tradisional seperti perlunya mengadakan upacara adat dan sesajen terhadap Rai Balla setelah menggarap usaha tani guna memulihkan tanah yang luka serta agar Rai Balla tidak murka, bukan untuk persembahan kepada Deo Ama.
Dewan Mone Ama merupakan dewan adat Suku Sabu yang memimpin jalannya sebagian besar upacara adat serta menetapkan Uku atau peraturan adat yang berlaku di Suku Sabu.
- Deo Rai merupakan kepala adat dan memegang peranan tertinggi di Mone Ama. Deo Rai bertanggung jawab untuk memimpin seluruh upacara adat. Selain itu Deo Rai secara gaib juga bertanggung jawab dalam kegiatan pada musim hujan.
- Mau Kia merupakan panglima perang yang bertanggung jawab mengenai kegiatan perang dalam adat Suku Sabu.
- Pulodo Wadu merupakan pemelihara adat yang bertanggung jawab dalam menjaga Uku atau peraturan adat Suku Sabu.[5] Selain itu, Pulodo Wadu secara gaib juga bertanggung jawab dalam kegiatan pada musim kemarau serta memelihara kesuburan tanah pertanian.
- Do Heleo merupakan pengawas kampung yang bertanggung jawab dalam mengawasi segala sesuatu di kampung Suku Sabu.
- Rue merupakan tokoh yang bertanggung jawab untuk menyucikan atau membersihkan kembali setelah terjadinya penyimpangan dalam kehidupan Suku Sabu.
- Upacara Dabba Ana merupakan upacara pemandian bayi setelah dilahirkan.
- Upacara Tali Manu Dabba merupakan upacara adat berupa Sabung ayam yang dilakukan selama 2 (dua) hari dalam setahun kalender adat Suku Sabu di sebuah arena yang disebut Dara Nada. Adanya upacara Tali Manu Dabbamerupakan respon dari Suku Sabu atas pentingnya Hak Asasi Manusi karena punahnya generasi penerus jika peperangan antar suku terus dilanjutkan. Oleh karena itu para leluhur mengganti peperangan antar manusia menjadi peperangan antar hewan yaitu ayam.
- Upacara Heko Nyale Dabba atau Hibu Nyale Dabba merupakan upacara adat dalam menangkap Nyale atau biasa disebut sebagai cacinng laut yang hidup di lubang-lubang karang yang terletak dibawah permukaan laut. Menurut legenda Suku Sabu, Nyale tersebut merupakaan jelmaan dari seorang putri yang terkena penyakit kulit dan berubah menjadi cacing laut ketika mencari ikan bersama ibunya di laut. Ketika berubah menjadi Nyale putri tersebut berkata pada ibunya akan muncul pada waktu tertentu dan tidak akan menampakkan diri jika terdapat perempuan hamil, perempuan menyusui, perempuan yang tegah datang bulan, serta orang tua yang anaknya belum dimandikan dalam upacara Dabba Ana.
- Upacara Pemau Do Made merupakan upacara penyucian arwah orang yang sudah meninggal sebelum berangkat menuju nirwana atau surga. Upacara adat Pemau Do Made dilaksanakan selama 3 (tiga) hari secara berturut-turut. Pada hari pertama keluarga dari orang yang telah meninggal saling berkumpul. Dari pihak laki-laki bertugas membawa hewan ternak seperti kamping atau babi beserta pangan lain seperti Padi, Kacang hijau, dan Sorgum sementara pihak perempuan mengumpulkan bahan-bahan tersebut. Pada hari kedua keluarga tersebut akan berpakaian berwarna putih kemudian keluar berkeliling kampung sembari menyanyi nyanyian adat diiringi tangisan ratapan menuju tempat pembuangan. Setelah sampai di tempat pembuangan tersebut, mereka semua nantinya disucikan kembali menggunakan asap dupa dan air. Pada hari ketiga dimulailah penyembelihan seluruh hewan ternak yang telah disediakan di hari pertama. Seluruh hewan ternak tersebut disembelih sebagai persembahan disebuah tempat yang disebut Pai. Nantinya sisa dari hewan ternak yang belum disembelih akan disembelih untuk dibagikan ke seluruh masyarakat Suku Sabu.
- Upacara Bui Ihi Hole merupakan upacara yang dilaksanakan dalam rangka mengungkapkan rasa syukur terhadap hasil panen yang telah diperoleh.
Sumber: Tania Gelui
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Kisah Sang Penyebar Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia
Kisah Sang Penyebar Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com
Perjalanan Hidup Soeharto 8 Juni 1921 - 27 Januari 2008
Perjalanan Hidup Soeharto 8 Juni 1921 - 27 Januari 2008
- 8 Juni 1921: Lahir di Kemusuk, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
- 1 Juni 1940: Diterima sebagai siswa di sekolah militer kolonial Belanda, kemudian menjadi anggota KNIL.
- 26 Desember 1947: Menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah.
- 1 Maret 1949: Ikut serta dalam serangan umum di Yogyakarta.
- 17 Oktober 1959: Tersangkut kasus penyelewengan, dipecat dari militer, kemudian diperbolehkan aktif kembali.
- 16 Oktober 1965: Dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat setelah G-30S.
- 11 Maret 1966: Menerima Supersemar dari Presiden Sukarno.
- 7 Maret 1967: Ditunjuk sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilu.
- 27 Maret 1968: Menjadi Presiden Republik Indonesia dan merangkap Menteri Pertahanan/Keamanan.
- 21 Mei 1998: Mundur dari Jabatan presiden setelah ribuan mahasiswa berdemonstrasi dan menduduki Gedung MPR/DPR-RI.
- 27 Januari 2008: Wafat dalam usia 87 tahun.
Perkenalkan nama saya Yohanes Karolus Silverius. Saya lulus dari Politeknik Pertanian Negeri Kota Kupang, Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada tahun 2020 dengan gelar Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P). Kemudian mulai bekerja di Instansi Pemerintahan Pada tahun 2021. Pada Instansi Pemerintahan saya pernah bekerja sebagai Operator, saya bertugas di kantor Instansi pemerintahan selama 2 tahun, dan telah menangani beberapa program pemerintahan dan mengelola website desa dan menjual produk template blog ke berbagai mitra dan perusahaan besar.
Silahkan hubungi saya pada blog: https:negeripaus.blogspot.com















